Skip to main content

Cara Cek Pencairan Beasiswa KIP Kuliah dan Bidikmisi Online Tanpa ATM

Bidikmisi dan KIP K merupakan beasiswa pendidikan dari pemerintah Indonesia yang ditujukan bagi mereka yang ingin melanjutkan kuliah namun terhalang ekonomi. Bidikmisi (Bantuan Pendidikan Mahasiswa Berprestasi) pertama kali muncul pada tahun 2011. Beasiswa ini menggratiskan para penerimanya dari tuntutan biaya pendidikan perguruan tinggi (UKT dan SPP). Tak hanya itu, mahasiswa penerima bidikmisi juga diberikan biaya hidup senilai 4,2 juta setiap semesternya.

Akan tetapi, mulai tahun 2020 Presiden Jokowi mengumumkan program KIP Kuliah (Kartu Indonesia Pintar Kuliah). Program ini merupakan kelanjutan dari program KIP yang sudah ada di jenjang sekolah (SD, SMP, SMA) dan menggantikan beasiswa bidikmisi. Para penerima KIP Kuliah memiliki fasilitas yang sama seperti bidikmisi, yaitu gratis biaya pendidikan dan bantuan biaya hidup senilai 4,2 juta. Apabila dibandingkan dengan bidikmisi, jumlah kuota penerima KIP Kuliah jauh lebih banyak ketimbang bidikmisi. Mengenai jangka waktu pemberian beasiswa bidikmisi dan kipk diuraikan seperti berikut :

  • S1 maksimal 8 Semester atau 4 tahun
  • D3 maksimal 6 Semester atau 3 tahun
  • D2 maksimal 4 Semester atau 2 tahun
  • D1 maksimal 2 Semester atau 1 tahun

Selain itu, KIP Kuliah juga membebaskan biaya kuliah dan biaya hidup (4,2 juta/semester) kepada mahasiswa yang menempuh pendidikan pada prodi atau jurusan yang harus mengikuti Program Profesi, berikut rinciannya :

  • Profesi Dokter, Dokter Gigi, dan Dokter Hewan akan menerima bantuan biaya hidup maksimal 4 semester
  • Profesi Ners, Apoteker dan Guru akan menerima bantuan biaya hidup maksimal 2 semester

Setelah paham apa itu bidikmisi dan KIP K, kita lanjut dulu ke alur pencairan bidikmisi KIP K berikut.

Baca : Apa Itu NPSN dan Bagaimana cara Mengetahui NPSN Setiap Sekolah?

Alur pencairan bidikmisi dan KIP Kuliah

1. Permohonan

Alur pencairan bidikmisi kipk berawal dari perguruan tinggi yang mengirimkan surat keputusan dari pimpinan perguruan tinggi terkait dengan daftar penerima bidikmisi kipk disertai data pendukung. Data pendukung tersebut seperti pelaporan IPK, softcopy data penerima, dan rekening penerima. Cepat lambatnya proses ini tergantung pada mekanisme masing-masing perguruan tinggi.

2. SPP dan SPM

Setelah proses tersebut dilaksanakan, direktorat belmawa akan melakukan proses SPP dan SPM. Proses ini kira-kira membutuhkan waktu 1-2 minggu. Tetapi dengan catatan data yang terdapat pada tahap sebelumnya sudah lengkap.

3. SPPD

Kemudian, KPPN akan menerbitkan SPPD yang membutuhkan waktu maksimal satu hari kerja. Setelah itu, KPPN akan melakukan transfer ke rekening penampungan sementara dengan izin dari kementerian keuangan.

4. Instruksi Pencairan

Setelah itu, apa proses selanjutnya? Selanjutnya direktorat belmawa akan memerintahkan bank penyalur untuk melakukan proses transfer. Proses ini kira-kira membutuhkan waktu 1-2 hari kerja. Kemudian setelah proses tersebut selesai dilakukan, tiba waktunya bagi bank penyalur melakukan proses transfer ke rekening penerima. Untuk berapa lama proses ini dilakukan tergantung dari mekanisme bank penyalur. Terakhir, dana bidikmisi dan kipk akan masuk ke rekening para penerimanya.

Jadi, dana yang nantinya masuk ke rekening teman-teman bidikmisi itu merupakan bantuan biaya hidup. Total nominal yang masuk ke rekeningmu adalah 4,2 juta untuk waktu satu semester. Uang ini bebas bisa kamu gunakan untuk keperluan apapun. Sedangkan untuk bantuan biaya pendidikan (UKT atau SPP) akan dikirimkan langsung ke rekening perguruan tinggi terkait.

Setelah kita paham alur pencairannya, lalu kapan kira-kira dana bidikmisi dan kipk masuk ke rekeningmu? Untuk mengetahui kapan dana beasiswa ini cair, kamu bisa cek di website sipbesar.ristekdikti.go.id untuk mahasiswa bidikmisi. Sedangkan bagi mahasiswa kipk bisa mengeceknya di laman kip-kuliah.kemdikbud.go.id. Bagaimana caranya? Yuk simak panduannya berikut ini.

Cara Cek Pencairan Bidikmisi

Langkah 1 : Buka situs sipbesar.ristekdikti.go.id.

Langkah 2 : Ada beberapa isian yang harus kamu isi, yaitu :

  • Nama perguruan tinggi
  • Masukkan nama perguruan tinggi tempat kamu berkuliah. Penulisannya tidak pakai singkatan ya. Contoh : Universitas Indonesia.

  • NIM (Nomor Induk Mahasiswa)
  • Masukkan NIM milikmu yang sesuai dan tertera di KTM (Kartu Tanda Mahasiswa).

  • Nomor Rekening
  • Masukkan nomor rekening bidikmisi. Nomor rekening ini bisa kamu lihat di buku tabungan ya.

Langkah 3 : Setelah semua data terisi dengan benar, lanjut tekan Lihat Perkembangan Pencairan.

Langkah 4 : Selanjutnya akan muncul informasi pencairan bidikmisi pada semester yang tengah berjalan dan semester-semester sebelumnya. Apabila tahap pencairan sudah sampai pada Instruksi Pencairan, maka dana bidikmisi sudah mulai dicairkan. Kamu bisa mengeceknya langsung lewat ATM. Atau kalau pengen lebih pasti, tunggu sekitar 1 sampai 2 minggu, baru kamu cek atm.


Cara Cek Pencairan KIP Kuliah

Langkah 1 : Buka situs kip-kuliah.kemdikbud.go.id.

Langkah 2 : Masukkan Nomor Pendaftaran kipk dan Kode Akses, lalu pilih Masuk.

Langkah 3 : Pada halaman awal akan langsung muncul informasi seputar Penetapan Penerima KIP Kuliah.

Pada baris terakhir, ada informasi Status Pencairan. Apabila status pencairanmu sama seperti pada gambar di atas, maka dana kipk sudah mulai cair. Namun, biasanya ada jeda satu sampai dua minggu agar uang kipk benar-benar cair.

Baca : Cara Mengetahui NISN Siswa SD, SMP, dan SMA

Berdasarkan pengalaman dari para mahasiswa bidikmisi dan kipk, biasanya uang biaya hidup ini akan cair paling cepat satu bulan setelah dilakukan permohonan dari perguruan tinggi. Semisal perguruan tinggi mengirimkan SK rektor permohonan pencairan pada tanggal 1 Maret, maka bisa diprediksi kemungkinan paling cepat uang bidikmisi dan kipk cair adalah pada tanggal 1 April. Akan tetapi, terkadang juga ada kasus-kasus dimana pencairannya bisa memakan waktu lebih lama. Bahkan sampai 2-4 bulan. Hal ini bisa disebabkan berbagai faktor seperti prosesnya yang berbelit-belit, keterlambatan permohonan dari perguruan tinggi, ataupun karena kondisi keuangan negara yang tengah terpuruk. Oleh sebab itu, apabila sudah cair, gunakan uangnya seefisien mungkin. Jangan langsung habiskan semuanya. Sisakan sedikit untuk jaga-jaga apabila semester berikutnya pencairannya terlambat.

Perhatian: Berkomentarlah dengan bijak sesuai topik artikel yang dibaca. Komentar yang memuat link tidak akan ditampilkan sebelum disetujui admin.
Buka Komentar