Skip to main content

Apa itu VPN dan bagaimana cara kerjanya? Apa benar VPN 100% aman?

Siapa sih yang gak kenal sama yang namanya VPN. Buat kalian yang biasa ngegame, download pasti udah kenal. Kalau orang umum biasanya sering pakai VPN untuk membypass website yang diblokir sama ISP (Internet Service Provider). Tapi, sebenarnya ada fungsi lain loh dari VPN. Ada yang bilang bisa bikin koneksi internet makin kenceng, ada yang bilang lebih aman kalau pakai VPN. Emang iya??

Apa itu VPN

VPN (Virtual Private Network). Ketika konek ke internet, gadget (komputer, HP, laptop, tablet, dll) yang kita pakai akan melewati dulu ISP atau Internet Service Provider, baru akhirnya terhubung ke internet. Dengan memakai VPN, yang terjadi bukan langsung konek ke ISP, tapi harus melewati dulu jalur khusus yang disediakan oleh penyedia VPN yaitu Encrypted Tunnel. Sesuai namanya, "Encryted" jadi idealnya ketika melewatinya datamu akan dienkripsi dan tidak bisa dibaca oleh orang lain. Tapi, apa bener prakteknya gitu?

Kita bahas dulu sedikit tentang konek ke internet langsung tanpa VPN melainkan langsung lewat ISP. Ini sebenernya kontroversial sih. Karena ISP mengontrol semua yang kita lakukan. Mereka mengontrol website apa yang boleh dan tidak boleh kita buka. Ada banyak alasannya. Salah satunya kalau website-website tertentu dianggap mengandung konten yang berbahaya, melanggar undang-undang, dan sebagainya.

Kontroversi kedua terhubung lewat ISP adalah soal keamanan. Pernah denger berita facebook menjual data user? Atau mungkin kamu pernah nonton film yang judulnya Snowden? Film ini menceritakan seorang mantan kontraktor CIA bernama Edward Snowden. Dia membocorkan ke publik bahwa ternyata pemerintah Amerika memata-matai semua pengguna internet. Amerika merekam percakapan telepon, WhatsApp, SMS, email, dll. Pokonya semua aktifitas online pengguna internet ternyata direkam sama pemerintah Amerika Serikat. Bahkan mereka bisa mengaktifkan speaker, microphone, dan kamera device kamu. Jadi, kalau hanya sekedar pin dan password itu sih masalah sepele.

Bagaimana mereka bisa melakukan ini? Salah satunya adalah dengan seizin ISP. Internet Service Provider kita lah yang menyediakan data untuk pemerintah atau pihak manapun yang berkepentingan. Salah satu cara untuk menghindari itu semua adalah dengan VPN. Kalau pakai VPN, kamu harus melewati dulu Encrypted Tunnel yang disediakan oleh layanan VPN tadi. Teorinya, semua data kamu yang melewati Encrypted Tunnel gak bisa dibaca oleh siapapun, termasuk dari ISP. Tapi? Apakah teorinya itu beneran terjadi?

Singkatnya, kalau konek lewat ISP, saat melewati ISP, mereka akan tahu semua yang kita lakukan. Semua data kita mereka tahu. Bahkan IP Adress kita juga akan muncul dan ditampilkan di Internet. Buat orang yang tahu cara melihat IP Adress, mereka bisa melihat alamat IP kita sekaligus alamat fisik kita. Dengan menggunakan VPN, setelah melewati Encrypted Tunnel, kamu akan diarahkan dulu ke salah satu server VPN. Baru setelah itu diteruskan ke Internet. Yang akan muncul di internet dan dilihat sama orang adalah IP Adress punya server VPN tadi. Semua orang yang pengen melihat, mereka tahunya kita berasal dari server VPN. Dan alamat fisik kita akan lebih aman. Dari sistem kerja yang seperti ini, akan ada beberapa keuntungan lain yang kita dapat dengan layanan VPN selain masalah keamanan.

Keuntungan pakai VPN

1. Membypass geo-blocking

Pertama, kita bisa membypass geo-blocking. Geo-blocking itu contohnya pemerintah Indonesia memblokir akses ke website tertentu jika website tersebut diakses dari Indonesia. Di luar Indonesia, dari Singapura misalkan, mereka bisa mengakses. Kalau kamu pakai layanan VPN dengan server Singapura, kamu akan bisa mengakses website yang diblokir tersebut walaupun kamu dari Indonesia. Karena lokasi yang tercatat di sana adalah kamu berasal dari Singapura, bukan dari Indonesia.

2. Memaksimalkan bandwidth internet

Yang kedua memaksimalkan bandwith internet kita. Jangan salah paham. Bukan berarti kamu bisa dapet kecepatan lebih dari paket internet yang dibeli. Contohnya, kamu langganan 50 mbps, terkadang dari ISP akan membatasi bandwidth kalau kamu mengakses website atau server tertentu. Semisal kamu main game dan harus konek ke server mereka yang ternyata bandwidth nya dibatasi sama ISP, mungkin bisa aja koneksi kesana hanya dibatasi sampai 5 mbps. Walaupun kamu langganan 50 mbps, pas konek ke sana kamu cuma dapet 5 mbps aja. Dengan pakai VPN, kamu bisa membypass ini semua dan mungkin bisa dapet full 50 mbps saat main game di server tadi.

3. Membeli game, aplikasi, software dengan harga lebih murah

Yang ketiga menghemat uang. Ini khusus untuk gamer. Jadi kalau kamu biasa beli game online, itu kalau merhatiin steam, ubisoft, play station network mereka menjual game dengan harga berbeda di tiap negara. Game yang paling mahal adalah game yang dirilis di Amerika. Kalau di Indonesia ini termasuk salah satu yang termurah. Walaupun begitu, ternyata masih ada negara lain yang harga game nya lebih murah dari Indonesia. Nah kalau kamu pengen beli dari negara yang lebih murah tadi, kamu bisa pakai VPN dengan server dari negara yang bersangkutan.

4. Memperlancar koneksi game online

Yang keempat memperlancar gaming online kamu. Kalau tadi kita bahas ISP mungkin mencekik bandwidth ke server tertentu, ternyata kejadian sebaliknya juga ada. Bahwa dari server game memblokir beberapa IP dari ISP kita. Kalau kamu main PS4 atau PS5, di setting internet nya ada persyaratan bahwa kamu harus koneksinya Net 1 atau Net 2. Kalau Net 3 kamu gak bisa konek. Tapi dengan adanya VPN, masalah seperti ini bisa diatasi dengan mudah.

Pada prakteknya, pakai VPN tidak selalu enak. Jika kita konek ke internet lewat ISP, itu kan butuh satu langkah aja. Dengan memakai VPN, maka kita menambahkan satu langkah lagi baru bisa konek ke internet. Otomatis akan pengaruh ke latency. Dan kalau kamu ngegame tergantung kondisi server yang kamu dapet. Latency yang kamu rasain mungkin bisa sedikit, tapi mungkin juga bisa banyak. Untuk yang satu ini solusinya harus trial and error. Coba-coba banyak server dan cari yang paling cocok untuk kebutuhan kamu.

Apa iya VPN 100% aman?

Kemudian untuk keamanan, apa benar VPN jauh lebih aman? Tahun 2018, salah satu server NordVPN mengalami pembobolan data. Dari laporan yang diterbitkan, katanya sih gak ada data user yang dicuri. Tapi setidaknya kita tahu bahwa NordVPN yang berbayar aja bisa dibobol, gimana dengan layanan VPN gratis yang paling banyak kita pakai. Masih mending kalau gratisnya pakai iklan. Banyak layanan VPN yang gratis tanpa iklan. Gimana cara mereka mendanai keamanan usernya?

VPNmentor.com sudah nulis satu artikel tentang aman atau tidaknya pakai VPN gratisan. Dari salah satu survei yang mereka lakukan ke lebih dari satu juta pengguna VPN gratis dari Google Play, ternyata 30 persen melaporkan bahwa ada bug yang memengaruhi battery life dari device mereka. 30 persen melaporkan ada bug dan malware yang ternyata dikonfirmasi oleh VPNmentor. Mereka juga menemukan beberapa VPN gratis memang sengaja menanamkan bug dan malware. Gimana dengan VPN yang berbayar? Karena bayar, maka mereka juga kasih keamanan lebih. Biasanya VPN berbayar itu udah punya semacam Ad-blocker dan Malware Protection. Jadi, kalau kamu mau pakai VPN dengan alasan keamanan, jangan pakai yang gratisan.

Satu lagi yang biasa dilakukan layanan VPN gratisan, mereka merekam semua kegiatan online kita (tracking). VPNmentor.com dari hasil survey yang sama menemukan bahwa 72 persen layanan VPN gratis menanam tracker di software mereka. Bahkan layanan gratisan yang terkenalpun melakukan hal ini dan nulis hal ini di Term and Condition mereka. Tujuannya apa sih? Semua berhubungan dengan iklan. Mereka ngerekam semua kebiasaan browsing kita dan menjual datanya ke pemasang iklan biar mereka bisa masang iklan yang sesuai dengan minat kita. Makanya kalau kamu habis browsing tentang hp gaming misalkan, besokya ada iklan muncul tentang hp gaming juga. Itu bisa jadi hasil dari tracking. Gimana dengan VPN berbayar? Karena mereka gak ada iklan, jadi setidaknya mereka gak akan melakukan hal ini.

Ada lagi satu yang wajib kamu tahu. Banyak layanan VPN gratisan yang menjual bandwith dan processing power komputer kamu. Jadi saat kamu pakai layanan mereka yang gratisan, mereka akan membuka pintu untuk orang lain agar bisa masuk dan bisa pakai komputermu serta bandwith yang lagi nganggur. Bahkan beberapa layanan terkenal, mereka menulis hal ini di T&C mereka. Mereka menyatakan bahwa "Free User" harus bersedia menyumbangkan idle resources dari komputer dan bandwidth mereka kalau kamu gak mau pakai layanan mereka yang berbayar. Yang jadi masalah adalah kita gak tahu sebenernya komputer kita dipakai untuk apa? Apa untuk hal yang baik? atau untuk kejahatan?

Kesimpulan

Dari sini kita belajar bahwa semua hal-hal yang dilakukan VPN gratisan kemungkinan besar sudah tertulis di T&C mereka (Terms of Condition atau Aturan Pakai). Kemungkinan mereka pakai bahasa yang halus banget sampai kita gak sadar bahwa yang dimaksud sama mereka adalah hal yang gak baik. Terlebih lagi, siapa sih diantara kita yang mau baca begituan. Berapa banyak sih dari kita yang membaca aturan pakai sebelum memakai sebuah produk atau instal aplikasi. Dan kalau kamu termasuk yang malas baca, tapi butuh keamanan lebih, jangan pakai yang gratisan. Pakailah VPN berbayar.

Di balik semua keuntungan pakai VPN, ternyata ada hal-hal berbahaya yang juga kita hadapi. Apalagi kalau pakai VPN gratisan. Yuk, mulai sekarang kita teliti dulu VPN yang kita pakai. Boleh-boleh aja kok pakai VPN gratis. Namun, sebelum menginstal nya, kamu wajib baca dulu T&C mereka dan riset-riset sebentar buat nyari informasi seputar VPN yang akan kamu pakai.

Perhatian: Berkomentarlah dengan bijak sesuai topik artikel yang dibaca. Komentar yang memuat link tidak akan ditampilkan sebelum disetujui admin.
Buka Komentar