Skip to main content

8 GB cukup?? Inilah Kapasitas RAM Minimal PC & Laptop untuk Gaming dan Editing Saat Ini

Untuk kebutuhan gaming, semakin besar kapasitas RAM akan semakin bagus. Game nya akan semakin lancar dijalanin. Bahkan dalam kasus tertentu, bisa menambah frame rate. Emang iya? RAM ini adalah salah satu hardware yang sering kali kita nomor dua kan. Kalau kita ngobrolin tentang bottleneck, kemungkinan besar kita akan ngobrol hubungan tentang CPU dan GPU. Sebelum lanjut membahas tentang RAM, saya ingin meluruskan sedikit karena ternyata masih banyak yang keliru soal istilah RAM. Ada beberapa yang tanya, "Kalau saya mau nambah memori laptop dari 512 gb ke 1 TB bisa gak?". Nah ini kesalahannya. 512 gb dan 1 tb itu adalah storage drive, harddisk, atau ssd. Sedangkan yang dimaksud dengan memori adalah RAM. RAM itu kalau di PC atau laptop angkanya cuman sekitar 4, 8, 16, dan 32 gb. Sedangkan kalau di handphone, RAM nya lebih kecil. Biasanya di kisaran 3, 4, atau 8 gb aja. Jadi, kalau ada yang puluhan atau ratusan giga sampai tera itu adalah storage, bukan memori.

Pengertian RAM

RAM (Random Access Memory) merupakan suatu media penyimpanan yang fungsinya adalah menyimpan data secara sementara dan data itu adalah data yang akan diproses sama PC kita. Beda dengan harddisk dan SSD yang bisa menyimpan data secara permanen. RAM ini bersifat volatile. Artinya kalau sumber listriknya dicabut (PC nya dimattin), maka datanya akan hilang. Sekarang untuk kapasitas RAM nya sendiri. Kalau untuk kebutuhan gaming, berapa besar sih kapasitas RAM yang sebaiknya kita pasang? Ada yang bilang 8 gb itu udah cukup. Tapi, ada yang bilang juga 16 gb itu adalah angka minimal. Dan beberapa orang lagi bilang untuk memaksimalkan performa, 32 gb adalah yang paling bagus. Sebenarnya mana yang paling tepat?.

RAM bisa kita ibaratkan sebagai ember tempat menyimpan air. Jadi kalau kamu punya ember berkapasitas 10 liter, tapi kamu punya air cuma 3 liter maka akan banyak ruangan kosong yang tidak terpakai karena air nya cuman dikit. Dan sebaliknya kalau embernya 10 liter tapi airnya ada 15 liter maka embernya gak akan cukup menampung semua airnya. Hal yang sama juga terjadi pada memori PC. Kalau kamu punya 16 gb sedangkan program yang dijalankan cuma butuh 5 gb, maka ada banyak ruangan memori kosong yang enggak kepake. Tapi kalau kamu punya 16 gb sedangkan program yang dijalankan butuh 20 gb, maka RAM gak cukup untuk menjalankan program yang ada. Terus kalau gak cukup apa yang terjadi? Apakah datanya akan dibuang? Jawabannya Tidak. Di komputer kita ada sistem Virtual Memory. Disaat RAM yang terpasang tidak cukup untuk menampung data yang akan diproses, maka sebagian akan dialihkan ke storage drive. Jadi akan ada data yang dipindah dari RAM ke harddisk atau SSD. Walaupun RAM nya gak cukup, bukan berarti programnya gak bisa dijalanin. Tetep bisa dengan ada pembagian tugas. Sebagian akan dikerjakan oleh RAM dan sebagian lagi dikerjakan oleh storage drive. Kalau gitu apakah artinya pasang RAM kecil aja udah cukup? Toh nantinya akan dibantu sama harddisk dan SSD? Eits, gak gitu juga.

RAM yang terpasang di PC itu punya bandwidth gede banget. Kalau kamu pakai DDR4 dengan frekuensi 3200 MHz, itu dia punya bandwidth mencapai 25,6 GB/s. Kenceng banget itu. Dan disaat RAM nya gak cukup maka sebagian akan dipindahkan ke storage drive, harddisk, atau SSD. Yang jadi masalah, apakah si storage ini nanti akan membantu atau justru malah ngerecokin. Secara harddsik transfer rate nya paling cepat hanya sekitar 100 MB/s. SSD sata cuman dikisaran 500 MB/s. Bahkan pakai NVME sekalipun yang generasi 4, itu cuman mentok di kisaran 7 GB/s. Jauh banget dibandingin RAM yang mencapai 25,6 GB/s. Dan hasilnya disaat Virtual Memory ini dijalankan, bisa jadi program yang kamu jalanin jadi lemot. Karena dia yang harusnya butuh transfer rate 25,6 GB/s malah tertahan menjadi 100 MB/s, 500 MB/s, atau 7 GB/s sesuai dengan storage yang terpasang di PC.

"Kalau begitu, Apakah sebaiknya virtual memory kita matiin aja daripada program nya jadi lemot?". Gak gitu juga. Dengan adanya virtual memory memang betul programnya ada kemungkinan jadi lemot kalau RAM nya gak cukup. Tapi kalau tanpa Virtual Memory, begitu RAM nya udah gak muat, maka PC akan langsung crash. Dia gak akan bisa diioperasikan. Dengan adanya Virtual Memory, bisa dibuka lemot-lemot dikit. Jadi kamu punya waktu untuk mengatur program mana aja yang perlu dimatiin untuk melancarkan program yang berat tadi.

Tes Kapasitas RAM untuk Gaming dan Editing

Kalau gitu memang bener semuanya akan bergantung pada berapa kapasitas RAM yang kamu pasang. Dan berapa idealnya? Ini gak bisa dipukul rata sih. Soalnya kebutuhan orang itu beda-beda. Tiap aplikasi dan game akan memakan RAM dengan jumlah yang berbeda juga. Disini saya akan kasih beberapa hasil ujicoba tentang kapasitas RAM yang dibutuhkan untuk beberapa skenario seperti gaming dan skenario lain. Untuk pengujiannya memakai dua keping RAM 8 GB dengan speed 3600 MHz.

Kita mulai dari game Shadow of The Tomb Raider. Game ini makan RAM 6,5 GB waktu di menu. Dan naik sampai kurang lebih 8,5 GB setelah In-Game. Terus Assassins Creed Odyssey juga kurang lebih sama, 6,5 GB di menu dan 8,5 in-game. Tapi perlu dicatet kalau dua game ini adalah game yang rilisnya udah lumayan lama. Terus ada game legendaris yang lebih tua lagi yaitu GTA V yang makan RAM 5,4 GB di menu dan naik hingga 8,9 GB in-game. Lalu masih ada game yang saudaraan GTA V, Red Dead Redemption 2. Dia konsumsi RAM nya lebih tinggi lagi, 7,7 GB di menu dan 9,8 GB in-game. Berikutnya ada satu game yang benar-benar terpengaruh oleh perforamnce dari RAM, Ghost Recon Breakpoint. Konsumsi RAM nya sekitar 6,9 GB di menu dan naik sekitar 8,4 GB in-game. Terakhir Division 2, ini lebih tinggi lagi. Ternyata di menunya aja udah 8,9 GB. Dan setelah masuk game mencapai 10,8 GB.

Itu tadi untuk game, sedangkan untuk productivity saya coba tes untuk render dua video aja dengan dua aplikasi. Yang pertama adalah Adobe Premier Pro 2019 untuk render video dengan durasi sekitar 2 menit. Dan ternyata dia makan kapasitas RAM sampai 10 GB. Setelah itu saya coba tes render video durasi 13 menit dengan program yang harusnya lebih ringan yakni Filmora, ternyata dia makan RAM sampai 8,2 GB.

Kesimpulan

Angka hasil tes ini gak selalu sama ya. Dalam kasus tertentu mungkin bisa dapat angka yang lebih tinggi pemakaian RAM nya. Mungkin juga bisa lebih rendah. Tapi secara keseluruhan kita bisa lihat bahwa RAM 8 GB untuk kebutuhan gaming dan editing saat ini udah enggak cukup. Dalam banyak kasus 8 GB hanya cukup untuk bikin kamu menjelajah menu game nya aja. Seperti tadi yang sudah kita bahas, kalau RAM nya gak cukup maka akan dibantu atau direcokin oleh harddisk dan SSD lewat virtual memory nya. Karena ada beda bandwidth yang gede banget antara RAM dan storage drive maka nanti saat kamu pakai untuk ngegame di sebagian scene dia akan lancar dan di sebagian lainnya dia akan lambat. Efeknya terjadilah stutter. Kebutuhan orang memang beda-beda. Mungkin kalau kamu cuman gaming, 16 GB rasanya udah cukup. Tapi kalau kamu heavy editing, mungkin 32 GB juga kurang. Tapi kalau kamu cuma butuh buat office, mungkin gak usah pake RAM aja udah cukup, hehehe. Yang pasti secara general kalau kebutuhannya adalah modern gaming dan editing yang gak terlalu berat, 16 GB adalah angka paling minimal yang harus kamu pasang di PC kamu.

Newest Post
Perhatian: Berkomentarlah dengan bijak sesuai topik artikel yang dibaca. Komentar yang memuat link tidak akan ditampilkan sebelum disetujui admin.
Buka Komentar