Skip to main content

Tips Belanja Online Yang Aman, Mudah, Cepat dan Terhindar Dari Penipuan

Di artikel kali ini kita akan membahas hal yang perlu kamu waspadai soal belanja online. Karena sekarang belanja online udah bisa dibilang sebagai sebuah kebiasaan baru. Kalau dulu kita mau beli kaos kaki aja, kita harus datang langsung ke toko. Sekarang, mau beli motor aja udah bisa online. Kalau dulu kita pergi ke toko, kemudian beli barang dan ternyata rusak, gampang solusinya. Balikin aja barangnya ke toko dan minta tukar, beres. Tapi, belanja online gak bisa gitu. Karena sering kali kita beli sama individu yang gak punya toko. Jadi, transaksi disini hanya berdasarkan kepercayaan kalau kita bakal beli barang yang gak rusak. Namun, ada aja orang-orang yang memanfaatkan celah-celah kayak gini untuk melakukan penipuan. Dari yang model pembeli udah bayar/transfer tapi barang belum dikirim. Atau barangnya udah dikirim tapi pas sampai gak sesuai. Ada cacat, rusak, dan segala macam. Dan semakin hari bukannya semakin berkurang, justru korban penipuan belanja online menjadi semakin banyak.

Penipu akan selalu ada dan kita tidak bisa mengontrol itu. Yang bisa kita lakukan adalah menjaga diri kita sendiri agar gak kena tipu. Karena pembeli itu akan terjebak oleh banyak faktor.

Faktor Penyebab Terjadinya Penipuan Saat Belanja Online

1. Tergiur harga murah

Salah satunya adalah tergiur harga yang terlewat murah. Kalau barang yang kamu cari harganya sekitar 700.000 dan tiba-tiba ada penjual yang pasang harga 150.000. Apa yang harus kamu lakukan? Bukan membelinya, justru alarm di kepalamu harus berbunyi dan bertanya, "Kenapa kok bisa semurah itu?".

2. Trik "Siapa Cepat Dia Dapat"

Yang kedua adalah follow up dari faktor pertama. Seller penipu ini akan menggunakan trik "Siapa Cepat Dia Dapat". Hal ini akan membuat pembeli merasa dia harus buru-buru membeli barang itu sebelum terjual habis. Alasannya simpel, karena barangnya murah banget dan banyak peminatnya.

3. Konfirmasi barang tanpa mengecekya

Faktor yang ketiga adalah cara yang paling advance untuk memfollow up cara yang pertama dan kedua. Biasanya ini terjadi di marketplace, karena di marketplace biasanya pembeli diberi waktu untuk memeriksa barang. Disini seller akan membuat buyer untuk segera mengonfirmasi barang dengan cepat. Biasanya ada kata-kata "Jika tidak konfirmasi dalam waktu kurang dari 6 jam, maka garansi akan hangus". Hal ini akan membuat buyer buru-buru harus segera mengonfirmasi barang padahal mereka belum sempet ngecek barangnya. Dan hal ini adalah kesalahan yang dilakukan oleh buyer.

Ada banyak cara untuk meminimalisir menjadi korban penipuan. Gak bisa dihilangin, tapi paling tidak kita bisa mengurangi kemungkinannya.

Tips Terhindar Penipuan Saat Belanja Online

1. Jangan Direct Transfer

Yang pertama adalah jangan pernah direct transfer. Kalaupun penjual memaksa kamu untuk langsung transfer aja ke rekening dia dengan berbagai macam alasan, selalu ingat bahwa JANGAN PERNAH DIRECT TRANSFER.

2. Lakukan transaksi via marketplace

Yang kedua, selalu gunakan online marketplace terpercaya. Ada tokopedia, bukalapak, shopee, lazada, dan lain-lain. Kamu tinggal pilih aja mana yang sesuai menurutmu. Memang sih, gak akan seratus persen menghindarkan kamu dari penipu. Tapi paling tidak kamu telah mengurangi banyak celah untuk para penipu melakukan aksinya.

3. Hati-hati membeli barang di Social media

Yang ketiga, kalau kamu nemu barang inceran kamu di social media kayak Facebook atau Instagram, ingat pasal 1 dan 2, JANGAN DIRECT TRANSFER dan selalu minta transaksi dilakukan lewat marketplace.

4. Jangan pakai jasa rekening bersama

Yang keempat, kalau kamu ikutan join di grup-grup social media yang disitu menyediakan jasa rekening bersama, gak usah ikutan. Rekening bersama atau rekber adalah jasa yang ditawarkan seseorang yang berperan sebagai perantara transaksi antara pembeli dan penjual. Urutan mekanismenya adalah seperti ini.

  1. Pembeli mentransfer dana ke rekber.
  2. Penjual mengirim barang.
  3. Pembeli menerima barang dan ngecek kondisi barang. Jika dirasa oke, pembeli akan memberikan rekomendasi ke rekber untuk meneruskan dana ke penjual. Tapi jika barang dirasa tidak sesuai, maka pembeli meminta ke rekber agar dana ditahan dulu sampai ada kesepakatan lebih lanjut.

Sistem ini sempat menjadi solusi jitu saat belum ada marketplace seperti sekarang ini. Bedanya rekber gak gratis bro. Biasanya dikenakan biaya minimal 10.000 dan akan semakin mahal jika nomimal transaksinya besar.

Sebenarnya kalau rekber nya memang jujur sih oke-oke saja untuk bertransaksi melalui jasanya. Tapi, kenyataannya banyak banget loh jasa rekber gadungan yang malah nipu kita. Bahkan mereka sampai bekerja sama dengan para seller penipu untuk menipu para pengguna jasanya. Dan ditambah lagi, sekarang udah eranya marketplace yang lebih aman dan terpercaya. Jadi gak usah lah ikutan pake jasa rekening bersama.

Dari tadi kita terus terusan ngomongin belanja lewat marketplace. Emangnya beneran aman kalau kamu belanja di marketplace? Gak juga. Ini ada beberapa tips dari saya untuk kamu yang suka belanja di online marketplace.

Tips Aman Belanja Online di Marketplace

1. Pastikan deskripsi barang jelas

Hal yang pertama kamu lakukan adalah sebelum melakukan transaksi pastikan semua deskripsi barang sudah jelas tertulis. Semua poin plus dan minus yang ada harus jelas dituliskan. Contohnya kalau kamu beli HP, poin plus nya harus tercantum. Kayak semisal layar masih bagus, gak ada retak, charger nya masih bagus, dan segala macem. Dan kalau ada minus juga harus ditulis. Semisal di bagian ujung ada lecet, kabel charger nya udah agak sobek, dan sebagainya.

2. Buat video saat unboxing barangnya

Yang kedua, saat kamu menerima barang, usahakan kamu dokumentasikan proses unboxing dan proses saat kamu cek barangnya. Kalau tidak memungkinkan untuk membuat video, usahakan kamu harus ambil foto sebanyak mungkin dari proses unboxing dan pemeriksaan barang. Hal ini untuk memastikan bahwa kalau ada kerusakan pada barang tersebut, kamu bisa membuktikan bahwa bukan kamu yang ngerusakin. Karena memang ada seller-seller penipu yang sengaja mengirim barang rusak untuk kemudian dia bilang bahwa "Loh kemarin pas dikirim bagus kok, elu yang ngerusakin".

Baca : Inilah 5 Software Pemutar Video Terbaik Untuk Semua PC dan Laptop

3. Pastikan kondisi barang sesuai

Yang ketiga, marketplace biasanya bakal ngasih waktu dua hari untuk konfirmasi terima barang. Perlu kamu ingat ini bukan sekedar konfirmasi terima barang. Dalam waktu dua hari tadi kamu harus memastikan bahwa barang yang kamu terima kondisinya sesuai dengan yang sudah disepakati antara kamu dan penjual. Kalau ternyata ada yang tidak sesuai, misalkan ada kerusakan yang tidak disebutkan sebelumnya langsung kamu dokumentasikan dan komunikasikan langsung dengan penjual. Bilang aja, "Mas, ini kok barangnya ada yang rusak, enaknya gimana? Apakah dapat diskon atau harus tukar barang, atau seperti apa?". Kalau tidak diketemui kesepakatan, gak ada salahnya kamu ajukan komplain agar ada bantuan dari admin. Biasanya sih setelah kamu ajukan komplain, barang akan dikirim balik dan uang akan dikembalikan ke kamu setelah barang diterima kembali oleh penjual.

4. Gunakan fitur chat di marketplace untuk komunikasi dengan penjual

Yang terakhir, selama proses negosiasi, transaksi, sampai kalau mungkin ada komplain dan segala macam, selalu gunakan fitur chat di marketplace. Kamu jangan mau kalau diajak komunikasi lewat WhatsApp atau metode japri yang lain. Karena kita mau semua proses percakapan terekam di sistem marketplace dan dapat diketahui oleh admin.

Baca : Cara Melacak Nomor Whatsapp Orang Lain Lewat HP dan PC

Itu tadi beberapa tips agar kita semua terhindar dari penipuan online. Kalau punya tips yang lain, kamu bisa share aja di kolom komentar biar teman-teman yang lain pada tau. Be smart, be carefull, and happy shopping!!

Perhatian: Berkomentarlah dengan bijak sesuai topik artikel yang dibaca. Komentar yang memuat link tidak akan ditampilkan sebelum disetujui admin.
Buka Komentar